Banyak mahasiswa atau fresh graduate yang lagi cari pengalaman kerja pasti kepikiran pertanyaan ini: “Magang itu dibayar nggak sih?”
Jawabannya? Tergantung.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Pekerjaan Saat Ganti Karier: Cocok untuk Pemula & Profesional
Magang pada dasarnya adalah kesempatan buat belajar langsung di dunia kerja. Tujuannya supaya kamu bisa “nyemplung” ke industri, ngerasain gimana rasanya kerja sungguhan, dan tentu aja nambah skill plus pengalaman buat CV kamu. Tapi ya nggak heran kalau banyak yang penasaran soal gaji, karena kan kita tetap meluangkan waktu dan tenaga.
Nah, biar nggak bingung, yuk kita bahas tuntas fakta soal gaji magang, plus hak dan kewajiban yang perlu kamu tahu biar pengalaman magangmu maksimal.
Apakah Magang Digaji? Fakta di Indonesia
Di Indonesia, magang ada yang dibayar dan ada yang nggak dibayar. Semua balik lagi ke kebijakan perusahaan dan jenis program magang yang kamu ikuti.
- Magang berbayar biasanya kasih uang saku atau honor bulanan. Besarannya beda-beda, tergantung perusahaan, industri, dan budget yang mereka punya.
- Magang tidak berbayar lebih fokus ke pembelajaran. Kamu nggak dapat uang saku, tapi dapat pengalaman kerja, pelatihan, dan networking.
Terus, ada aturannya nggak?
Ada! Pemerintah Indonesia lewat Permenaker No. 6 Tahun 2020 menyebutkan kalau perusahaan yang ngadain pemagangan boleh memberikan uang saku atau kompensasi. Tapi ini nggak wajib, alias balik lagi ke kesepakatan di kontrak magang.
Faktor yang menentukan gaji atau uang saku:
- Besarnya perusahaan dan industri tempat kamu magang.
- Durasi dan tingkat tanggung jawab di program magang.
- Kebijakan internal perusahaan dan anggaran yang tersedia.
Intinya, jangan langsung minder kalau magangmu nggak digaji. Fokus utama magang tetap pada belajar dan nambah pengalaman.
Hak Peserta Magang
Meski statusmu “hanya” peserta magang, kamu tetap punya hak yang wajib dihormati perusahaan. Beberapa hak penting yang harus kamu tahu:
1. Pengalaman kerja dan pembelajaran.
Magang itu kesempatan buat belajar skill baru dan mengenal dunia kerja. Kamu berhak dapat pengalaman yang sesuai dengan bidangmu, bukan cuma disuruh fotokopi atau bikin kopi tiap hari.
2. Pembimbingan profesional.
Harus ada mentor atau pembimbing yang membimbing pekerjaanmu. Ini penting supaya kamu nggak kerja “asal-asalan” dan bisa belajar banyak.
3. Uang saku (kalau tercantum di kontrak).
Kalau di perjanjian tertulis ada kompensasi, perusahaan wajib memberikannya tepat waktu.
4. Lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
Kamu berhak kerja di tempat yang kondusif, bebas diskriminasi, dan sesuai standar keselamatan kerja.
Kewajiban Peserta Magang
Magang bukan cuma soal menerima hak, tapi juga soal memenuhi kewajiban. Kalau mau dapat pengalaman maksimal, kamu juga harus profesional. Berikut kewajiban yang wajib dijaga:
1. Kerjakan tugas sesuai perjanjian.
Tanggung jawabmu adalah menjalankan pekerjaan yang sudah disepakati di awal.
2. Patuh sama aturan perusahaan dan jaga etika kerja.
Datang tepat waktu, berpakaian sesuai dress code, dan hormati rekan kerja.
3. Selesaikan laporan atau evaluasi akhir magang.
Biasanya, di akhir program kamu diminta bikin laporan atau presentasi tentang apa saja yang sudah kamu pelajari.
4. Jaga nama baik kampus atau institusi asal.
Ingat, kamu juga membawa nama baik lembaga pendidikanmu.
Dengan memenuhi kewajiban ini, kamu bisa meninggalkan kesan baik dan mungkin aja dapat tawaran kerja tetap setelah magang.
Kelebihan dan Kekurangan Magang Berbayar vs Tidak Berbayar
Magang Berbayar
- Keuntungan: ada uang saku yang bisa membantu biaya sehari-hari, motivasi kerja lebih tinggi, dan rasa dihargai oleh perusahaan.
- Kekurangan: sering kali persaingan untuk dapat program ini lebih ketat, dan tanggung jawabnya juga lebih besar.
Magang Tidak Berbayar
- Keuntungan: lebih fokus ke pembelajaran dan kesempatan networking, jam kerja kadang lebih fleksibel.
- Kekurangan: kamu perlu siap mengeluarkan biaya transportasi atau akomodasi sendiri.
Tips memilih program: tentukan prioritasmu. Kalau tujuannya cari pengalaman dan jaringan, magang tanpa gaji pun bisa sangat bermanfaat. Tapi kalau kamu perlu biaya tambahan untuk hidup, magang berbayar mungkin lebih cocok.
Tips Memilih Program Magang yang Menguntungkan
Supaya nggak salah pilih, ini beberapa tips penting:
1. Baca kontrak atau perjanjian dengan teliti.
Pastikan kamu paham soal durasi, jam kerja, tugas, dan kompensasi yang diberikan.
2. Tanyakan benefit secara sopan saat wawancara.
Jangan sungkan untuk bertanya soal uang saku, pelatihan, atau peluang kerja setelah magang.
3. Pertimbangkan pengalaman dan peluang karier.
Magang di perusahaan bonafide bisa jadi pintu masuk ke pekerjaan full-time atau nambah “nilai jual” CV kamu.
Baca Juga : 5 Pekerjaan dengan Gaji Tinggi Tanpa Gelar Sarjana di Indonesia
Kesimpulan
Jadi, apakah magang digaji?
Jawabannya: tidak selalu. Ada yang dibayar, ada juga yang nggak, semua tergantung kebijakan perusahaan dan kesepakatan di awal.
Yang paling penting, kamu paham hak dan kewajiban sebagai peserta magang supaya pengalamanmu maksimal. Magang itu investasi masa depan, jadi manfaatkan setiap kesempatan buat belajar, membangun jaringan, dan meningkatkan skill.
FAQ
1. Apakah semua magang di Indonesia digaji?
Nggak juga. Ada yang dibayar dengan uang saku, ada juga yang fokus ke pembelajaran tanpa gaji. Semuanya tergantung kebijakan perusahaan dan kontrak yang kamu tanda tangani.
2. Kalau magang nggak digaji, masih worth it nggak?
Banget! Selama kamu dapat pengalaman, skill baru, dan jaringan yang berguna buat kariermu nanti, magang tanpa gaji tetap punya nilai besar.
3. Boleh nggak nanya soal gaji waktu interview magang?
Boleh kok, asal sopan. Tanyakan di akhir wawancara, setelah kamu bahas peran dan tanggung jawab. Contohnya: “Apakah ada uang saku atau benefit lain selama program ini?”
4. Apa yang harus saya lakukan kalau uang saku magang telat dibayar?
Coba komunikasikan dulu dengan pembimbing atau HR. Kalau memang ada perjanjian tertulis, perusahaan wajib memberikan sesuai jadwal.
5. Apakah magang bisa jadi pintu masuk kerja tetap?
Bisa banget! Banyak perusahaan yang rekrut karyawan baru dari peserta magang. Makanya, tunjukkan performa terbaik dan bangun kesan positif selama program.

