-->

Cara Meminta Reschedule Interview dengan Profesional

Cara Meminta Reschedule Interview dengan Profesional

Kita cuma bisa berencana cuma kejadian esok kita tetap tidak bisa memastikanya, apa lagi jika kamu ada jadwal interview untuk itu kita akan bahas cara meminta reschedule interview dengan profesional.

Panik? Pasti! Tapi tenang, guys! Jangan langsung hilang harapan. Kita semua pernah di posisi itu kok. Artikel ini hadir sebagai penyelamat kamu biar tetep keliatan profesional meskipun harus reschedule interview.

Kenapa Reschedule Interview Bikin Deg-degan?

Reschedule interview itu kayak main bom waktu. Salah langkah, bisa-bisa kesempatan kerja impian melayang. Kenapa? Karena ini menyangkut:

  • Kesan Pertama: Kita tahu kan, kesan pertama itu penting banget? Nah, reschedule bisa ngasih kesan kurang baik kalau nggak ditangani dengan bener. Bisa jadi mereka mikir kita nggak serius atau nggak profesional.
  • Reputasi: Di dunia kerja, reputasi itu segalanya, bro! Kalau sering banget reschedule, nama kita bisa jelek di mata rekruter.
  • Kesempatan: Kadang, perusahaan nggak mau ribet. Mereka bisa aja milih kandidat lain yang lebih fleksibel dan nggak banyak drama.

Intinya, reschedule interview itu tricky. Tapi jangan khawatir, kita punya jurus jitunya!

Reschedule Interview Ala Profesional!

1. Ngaku Salah dan Minta Maaf Duluan: "Sorry Banget, Ini Beneran Darurat!"

Kayak pepatah bilang, "kejujuran adalah kunci." Akui kesalahanmu dan minta maaf dengan tulus. Jangan bertele-tele, langsung to the point. Contoh:

"Dengan hormat, Bapak/Ibu [Nama Rekruter],

Saya [Nama Kamu] mohon maaf sebesar-besarnya karena dengan berat hati saya harus mengajukan permohonan untuk reschedule jadwal interview yang telah ditetapkan pada [Tanggal dan Waktu]. Saya sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat hal ini.

[Singkatnya, jelaskan alasanmu tanpa berlebihan. Hindari alasan klise seperti "ada urusan keluarga mendadak" tanpa penjelasan lebih lanjut. Lebih baik jujur, tapi tetap profesional.]

Sekali lagi, saya mohon maaf atas hal ini.

Hormat saya,

[Nama Kamu]"

Kenapa ini penting? Karena dengan mengakui kesalahan dan meminta maaf, kita menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab dan menghargai waktu rekruter. Jangan lupa, "sorry" itu powerful banget!

2. Alasan Harus Valid 

Alasan kenapa kamu reschedule itu penting banget. Jangan ngarang cerita yang aneh-aneh. Lebih baik jujur, tapi tetap jaga profesionalitas. Beberapa contoh alasan yang masih bisa diterima:

  • Sakit: "Saya mendadak sakit demam tinggi dan tidak memungkinkan untuk hadir dalam kondisi prima."
  • Urusan Keluarga Penting: "Saya harus menghadiri acara keluarga yang sangat penting dan tidak bisa diwakilkan." (Pastikan acara ini beneran penting ya!)
  • Bentrok dengan Jadwal Lain (yang Lebih Dulu): "Saya sudah memiliki komitmen sebelumnya pada tanggal tersebut yang tidak bisa diubah." (Misalnya, ujian atau janji dengan dokter yang sudah lama dijadwalkan.)

Yang harus dihindari:

  • Alasan yang terlalu umum: "Ada urusan mendadak." (Ini terlalu vague dan bikin curiga.)
  • Alasan yang terlalu detail: "Kucing saya hilang, saya harus nyariin." (Ini terlalu personal dan nggak profesional.)
  • Alasan yang nggak masuk akal: "Saya ketiduran." (Ini nunjukkin kamu nggak bertanggung jawab.)

Tips: Jelaskan alasanmu dengan singkat, padat, dan jelas. Hindari drama!

3. Proaktif Ngasih Pilihan Jadwal Baru

Jangan cuma minta reschedule, tapi juga kasih beberapa pilihan jadwal baru yang kamu bisa. Ini nunjukkin kamu beneran pengen interview dan nggak cuma ngulur-ngulur waktu. Contoh:

"Saya sangat bersedia untuk menyesuaikan jadwal saya. Berikut adalah beberapa opsi jadwal yang saya bisa:

  • Hari Senin, [Tanggal], pukul [Waktu]
  • Hari Selasa, [Tanggal], pukul [Waktu]
  • Hari Rabu, [Tanggal], pukul [Waktu]

Mohon informasikan jika ada jadwal yang sesuai dengan Bapak/Ibu. Saya sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai posisi ini."

Kenapa ini penting? Dengan ngasih pilihan, kamu bikin rekruter lebih mudah buat nyari jadwal pengganti. Kamu juga keliatan inisiatif dan fleksibel.

4. Tetep Semangat dan Tunjukin Antusiasme

Meskipun udah reschedule, jangan sampe semangatmu ikutan kendor. Tetep tunjukkin antusiasme kamu buat posisi yang dilamar. Contoh:

"Saya sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] dan yakin bahwa pengalaman serta keterampilan yang saya miliki akan sangat bermanfaat bagi [Nama Perusahaan]. Saya sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai hal ini."

Kenapa ini penting? Karena ini nunjukkin kamu beneran pengen kerja di perusahaan itu dan nggak cuma iseng-iseng berhadiah.

5. Follow Up dengan Sopan

Setelah ngirim email permohonan reschedule, jangan lupa follow up setelah beberapa hari. Ini nunjukkin kamu serius dan proaktif. Contoh:

"Selamat pagi/siang Bapak/Ibu [Nama Rekruter],

Saya hanya ingin menindaklanjuti email saya sebelumnya mengenai permohonan reschedule interview. Apakah ada jadwal yang sesuai dengan Bapak/Ibu?

Terima kasih atas waktu dan perhatiannya."

Tips: Jangan terlalu sering follow up, cukup sekali aja setelah 2-3 hari. Hindari kesan maksa atau ngejar-ngejar.

Contoh Email Reschedule Interview yang Profesional:

Berikut contoh lengkap email yang bisa kamu jadiin referensi:

Subject: Permohonan Reschedule Interview - [Nama Kamu] - [Nama Posisi]

Dengan hormat, Bapak/Ibu [Nama Rekruter],

Saya [Nama Kamu] mohon maaf sebesar-besarnya karena dengan berat hati saya harus mengajukan permohonan untuk reschedule jadwal interview yang telah ditetapkan pada [Tanggal dan Waktu] untuk posisi [Nama Posisi].

Saya mendadak sakit demam tinggi dan tidak memungkinkan untuk hadir dalam kondisi prima. Saya sangat menyesal atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat hal ini.

Saya sangat tertarik dengan posisi [Nama Posisi] dan yakin bahwa pengalaman serta keterampilan yang saya miliki akan sangat bermanfaat bagi [Nama Perusahaan].

Berikut adalah beberapa opsi jadwal yang saya bisa:

  • Hari Senin, [Tanggal], pukul [Waktu]
  • Hari Selasa, [Tanggal], pukul [Waktu]
  • Hari Rabu, [Tanggal], pukul [Waktu]

Mohon informasikan jika ada jadwal yang sesuai dengan Bapak/Ibu. Saya sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai posisi ini.

Sekali lagi, saya mohon maaf atas hal ini.

Hormat saya,

[Nama Kamu]

[Nomor Telepon]

[Alamat Email]

Kesimpulan

Teman-teman, reschedule interview memang bikin deg-degan, tapi bukan berarti akhir dari segalanya. Dengan strategi yang tepat, kita tetep bisa keliatan profesional dan dapetin kesempatan kerja impian. Ingat, yang penting jujur, sopan, proaktif, dan tetep semangat! Good luck, ya!

LihatTutupKomentar